Kamis, 03 Desember 2015

BELAJAR MENGENALKAN UANG YUK!

Apa kabar sista? Emak emak muda, guru atau bakan siapapun yang concern dengan perkembangan anak anaknya.
UANG?? Sejak kapan kita mengenalkan uang pada anak? Lho kok diajarkan? Sejak anak mengenal kata jajan dan kita sebagai emaknya memberikan kebebasan memilih jajan yang disukainya tapi tentunya tetap mengedepankan nilai gizinya maka pada tahapan seperti itu anak belajar mengenal uang.
"Belajar Mengenalkan, Berjualan, dan mengelola uang oleh anak?Bagaimana caranya?"



Pasti  pernah juga  kita menyuruh anak ke warung yang dekat dengan rumah untuk minta dibelikan sesuatu. Dan kita sebagai Emaknya berpesan nanti kembalinya mama kasih 1000 deh buat kamu. Atau kita bilang kembaliannya nanti dua ribu ya yang seperti ini, ada 2.
Bagaimana reaksi anak? Pasti akan senang walau mereka belum paham uang seribu buat beli apa ya?  Atau bahkan om , tantenya pernah memberikan uang pada ponakan atau sepupu  pada hari raya Idul Fitri karena mereka puasanya full selama satu bulan atau full pada beberapa hari . Atau pada acara-acara tertentu kita pernah memberikannya sebagai hasil dari keberhasilannya terhadap sesuatu yang positif.

Untuk SD kelas 1 dan kelas 2 SD sebagian mungkin belum paham bagaimana ya mengelola uang? Kalau uangnya 5000 terus belanjaannya 3500 berapa kembalinya ya? Kalau uangnya 2000 (uang kertas) jadi berapa keping ya? Kalau diganti jadi 500? Pernahkah kita memberikan arahan kepadanya dengan cara bermain? 
Nah Bunda mending kita sekarang main WARUNG-WARUNGAN/JUAL-JUALAN hihihi. Caranya gampang kok. 



  • Kenalkan pada anak macam-macam uang (Nominalnya dari yang paling kecil sampai yang besar misal sampai 50.000.


nilai uang 1000 rupiah
  • Ajarkan pula persamaan uang saat terjadi kembalian. Misal Rp. 1000 sama dengan 500 + 500 ada 2 keping 500nya.
  • Ajarkan juga persamaan antara uang logam seribuan dengan uang kertas seribuan


  • Kenalkan juga menghargai uang dengan cara uang besar dan uang kecil. Uang receh receh akan menjadi besar jika dikumpulkan.
Saya pernah mengenalkan konsep uang kepada anak didik saya dengan cara main warung-warungan atau berjualan. Cara ini cukup asyik lho bunda. Mengapa? karena anak belajar  mengelola uang dan mendapatkan pengetahuan tentang caranya berjualan. Mendidik mereka menjadi enterpreneur secara tidak langsung.

Sadar atau tidak sekarang pekerjaan semakin sulit. Bagaiamana jadinya sepuluh atau dua puluh tahun mendatang kalau setiap anak hanya bisa meminta saja dan kita tidak memberikan solusi atau pembelajaran. Di sekolah diadakan market day. Dimana setiap anak membawa dagangannya. Dan kelas yang lain yang jadi pembelinya. Seru sekali!
Disya dan barang jualannya
Mereka berjualan dengan penuh semangat. Jangan tanya untuk keuntungannya? hihih...untuk masalah ini mereka belum mendapatkan keuntungannnya. Bayangkan pensil saja yang harganya 2000 misal dijual dengan harga 1000. Yang kami ingin ajarkan adalah disini:
  • Anak tidak merasa malu dalam berdagang
  • mengenalkan kepada anak cara berjualan
  • membuat anak percaya diri dalam mengerjakan hal yang positif
  • Memicu agar anak mempunyai jiwa pembisnis
  • Ada pembelajaran disana bagaimana sebuah karakter kejujuran , kemandirian dilakukan.

Semoga kedepannya anak semakin berani menuangkan ide-ide kreatif mereka dalam menghadapi tantangan. Yang pasti kami bangga padamu! (Hdy- love teach and write)









gambar dari google dan pribadi