Selasa, 26 Januari 2016

LEMARI CERITA ALDI

Lemari Cerita Aldi
                                    Penulis: Hidayati
            “Bu, buku Aldi yang dinosaurus ada dimana?” tanya Aldi sambil memberataki tas yang ada di ruang perpustakaan.
            “Bukannya ada dikamarmu,” jawab ibu sambil meneruskan memasaknya.
            “Oh, ketemu! Ini dia!” Adi menyembulkan kepalanya ke dapur sambil memegang buku dinosaurusnya.
            “Sudah kamu baca Al?”
            Aldi menggeleng.
            “Wah, itu sudah dua bulan lho sejak kamu beli. Bulan yang lalu juga belum ya?” tanya ibu sambil memegang piring yang berisi tempe goreng.
            Aldi mengangguk .
            Pandangan Aldi teralihkan pada  tempe goreng yang dibawa ibu. Tak sabar tangannya mengambil tempe goreng itu. “Makasih, Bu! Aldi main sebentar, ya!” teriak Aldi yang sudah berlari menuju ruang tamu.
            Ibu mengeleng dengan kelakuan Aldi. “Tuh, kan lupa lagi! gumam Ibu.  Dilihatnya buku dinosaurus tergeletak dekat meja makan. Ibu mengambilnya.Lalu di taruhnya di perpustakaan kecil milik keluarga.
            Aldi memang suka membeli buku. Saking sukanya Aldi membeli buku setiap bulan. Tapi sayang, kesukaan Aldi dalam membeli buku tidak diimbangi dengan kesukaanya dalam membaca. Akibatnya bukunya menumpuk di lemari buku. Buku nya tergeletak begitu saja.
            “Al, ayah perhatikan kamu lebih suka bermain bola dari pada membaca. Yah, bermain bola tidak apa-apa,sih, tapi sekali-kali ajak teman-temanmu membaca buku di perpustakaan milikmu. Kan, disana banyak buku yang menarik,.” ucap Ayah sambil meletakkan koran yang sedang dibacanya.
            “Kasihan lho, lemarinya suka cerita,” ucap ibu sambil sambil tersenyum.
            “Lo, kok lemari  bisa ceita?” tanya Aldi heran.
            “Maksudnya buku-bukumu akan dibaca sendiri oleh lemari saja. Lebih tepatnya menjadi PAJANGAN SAJA!” jawab ayah.
            “Banyak anak-anak seusiamu ingin membaca buku, tapi karena keterbatasan dana mereka tidak bisa membelinnya,” lanjut ayah.
            Aldi terunduk,” “Ald mengerti, Yah!” jawabnya.
            “Lalu apakah kamu mempunyai ide bagaimana supaya buku-bukumu bermanfaat?” tanya Ayah.
            Aldi berpikir sejenak.. “Hmm…AHA!!” ucap nya senang yang sudah mendapatkan ide.
            Sekarang setiap hari Minggu, saat Aldi  bermain bola buku-buku itu dibawa. Ya, Aldi membuka perpustakaan keliling.
            Sesekali Aldi juga membacakan buku cerita untuk anak-anak kecil yang sedang bermain di lapangan. Anak-anak yang mendengarkan Aldi bercerita pun terlihat senang. Begitupula dengan ibu dan ayah terlihat gembira.
            Kini,bukan hanya lemari saja yang bisa cerita. Aldi juga   bisa bercerita.