Minggu, 28 Februari 2016

BELAJAR MENULIS (KEMBALI) BERSAMA ODOP

Assalamu'alaikum sista? Moms, Bunda, atau siapa saja yang membaca tulisan ini. Sudahkah menulis hari ini? Minimal menulis belanjaan sehari -hari hihihih ( itu saya banget) Atau menulis belanjaan bulanan plus ditambah hutang-hutang bisa ciclan rumah, cicilan motor, bahkan cicilan media pembelajaran anak yaitu Boneka Hafiz Doll (hihihih)

Langkah menulis memang tidak mudah. Kalau ada yang bilang menulis aja dulu dibuku diary nanti lama kelamaan akan terbiasa kok ( benar juga) Ini simpel tapi perlu keistiqomahan atau belajar setiap saat. Melatih tangan (Kalau menulis dibuku) melatih jari-jari dan konsentrasi juga lho ( kalau di laptop atau di hp). 

Katanya menulis itu bisa jadi terapi. Lho ko bisa? Punya masalah? Dan kita mungkin seorang yang sangat tertutup. Tidak bisa mengungkapkan masalah. Bisa dituangkan di buku diary. Atau bisa juga membuat blog. Tulis deh! Kesedihan dan kegundahan bisa kita tuangkan dalam menulis. Kalaupun malu maka samarkan saja tokoh utamanya (hihihi). Buat menjadi cerita. (Baca juga pilihan Bunga)

Contoh tulisan diary seperti ini atau curahan hati bisa dituangkan di buku Diary atau blog ( Ini contoh ya hihihi bukan saya)

"Dear diary, hari ini sebel deh cucian numpuk, anak sakit daku jadi galau nih. Belum lagi listik dan pam mati. Suami sedang dinas luar kota. Ya, ampyuun jadi ibu begini sekali ya hiks. Semoga Allah selalu memudahkan aku melewati semua ini, dan memberikan pahala yang berlimpah. Aamiin."

Atau tulisan Joblower

"Dear Diary tau gak sih emak kemarin minta aku cepat-cepat merit. padahal kan belum ada siapapun yang berani ke rumah. Disuruh pacaran ihh...gak la yaw!! Mendekati zina namanya. Lagipula aku kan maunya dapat yang sholeh. Gimana ya? Hiks derita umur udah semakin nambah. Galau rasanya. Ya Allah semoga penantian ini akan berbuah hasilnya. Biar Allah akan memberikan disaat dan waktu yang tepat. Aamiin. Semangat selalu diriku." ( Ina sang gadis sholehah)

 Mungkin diatas sebagian contoh saja. Tapi menurut saya kalau  saya  menulis terakhir ada tulisan kata-kata penyemangat,kata-kata positif, do'a dan pengharapan. Karena setiap yang terbersit semoga menjadi kebaikan dan doa. Tentunya yang positif. Dalam tulisan itu misal (yang diatas) ada tulisan pengharapan.


Biarkan pembaca yang mengalami kasus seperti kita misalnya akan memandang hidup ini dengan positif. Nah, pahala dari tulisan yang kita buat kan akan mengalir tuh, kalau tulisan kita bermuara positif dan membuat orang semakin bersemangat dalam memandang hidup ini (hihihih) "Semoga Allah selalu memudahkan aku melewati semua ini) atau  Ya Allah semoga penantian ini akan berbuah hasilnya. Biar Allah akan memberikan disaat dan waktu yang tepat. Aamiin. Semangat selalu diriku." ( Ina sang gadis sholehah)


                                      "Menulis bisa menjadikan terapi"

Bagaimana kalau kasusnya seperti ini?

"Saya tuh rada ribet mbak kalau menulis? Nggak bakat. Tulisan saya masih aburadul. Tidak nyambung satu kalimat dengan kalimat yang lain," Sst... tenang saja Sist, Moms, Bunda, semuanya perlu proses kok. Tidak mudah memang, tapi alangkah baiknya dicoba.

"Umur saya sudah tua, belum ngurus anak inilah...itulah!" Sst... tenang moms kita coba saja. Ini tidak mengenal batasan usia kok. Star awalnya saja yang berat. Intinya langkah pertama memang berat tapi selanjutnya langkah-langkah itu akan tidak berat seiring kita memiliki atau tergabung dalam sebuah komunitas. Semua akan saling mendukung dan akan memberikan komentar positif. Percayalah! 
menulis melenturkan tangan
Sejak saya masuk kedalam group menulis tahun 2012. Berkenalan dengan mereka  yang sudah mempunyai semangat menulis. Dan saya selalu mengikuti pelatihannya. Akhirnya banyak teman dan saudara baru ( saya senang sekali). Semakin tertular semangat mereka ke saya. Saya juga ikut FLP Jakarta. Digawangi oleh seorang yang baik hati dan karyanya pun banyak. 

Saya pernah mengikuti pelatihan yang diadakan di Bandung oleh komunitas menulis anak. Pertama kali saya pergi sendiri ke Bandung. Naik travel akhirnya saya berkenalan dengan Mba Erna Fitrini  
(nama ini sering muncul dalam karya-karya anak di koran dan majalah). Pulangnya ke Jakartanya pun bareng lagi.



nimba ilmu di Bandung makan dulu hihihi


Salah satu obsesi saya minimal ada karya saya yang nanti saya bangakan dan bisa membuat anak semakin baik dalam bersikap.Dan Alhamdulillah Allah berikan kemudahan dan ada beberapa karya yang pernah muncul di koran Berani,

tulisan pertamaku


karyaku selanjutnya

Senang sekali. karya bisa dibaca. walau untuk honor waktu itu baru 1 kali. Dan seterusnya tidak dapat honor. Tapi tak apalah. Yang penting karya saya bisa dinikmati banyak orang.

Dua buku keroyokan hasil menulis Alhamdulillah sudah ada. Ada 5 penulis tergabung disana. Senang sekali.

Tapi sudah lama tidak bergabung dipush jadi kendor dalam menulis. Beruntunglah saya diperkenalkan oleh Ibu Waliyah mamanya Ayska tentang ODOP langsung meluncur dan registrasi ke mba  Maya. Alhamdulillah Tralala... jadilah peserta dikloter ke 2. Bersama teman-teman semoga semakin mempunyai lecutan lebih baik lagi. ODOP sebenarnya One Day One Post. Dimoderatori oleh Bang Syaiha. Cari deh di mbah google ( pasti dikenal hihihih)

pertemuan dengan ODOP

Semoga dengan keberadaan ODOP bersama teman-teman yang lain  akan membuat diri ini semakin  semangat   dalam menebar kebaikan melalui  tulisan. Aamiin.

Terakhir saya belumlah ahli. Tapi saya mau dan mau belajar. Dengan belajar semoga akan semakin terasah keterampilan kita. 


GANBATE semua. Mari saling mendukung dan menyemangati. Kalau bukan sekarang kapan lagi? Kalau bukan kita siapa lagi?