Senin, 08 Februari 2016

CARA MELINDUNGI ANAK DARI PREDATOR SEKS

Assalamu’alaikum para bunda, ukhti, ibu, mama, siapapun yang mencintai anak-anak bahkan guru Tk sampai SMA atau siapapun yang sangat concern terhadap pendidikan. 

Kali ini Rumah Penuh Inspirasi akan berbagi cerita mengenai melindungi anak dari “orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang jail, yang menyimpang.” Dalam hal secara tidak langsung menyakiti atau bahkan melakukan pelecehan terhadap anak-anak kita. ( pembahasannya agak serius nih hihihih)




Menurut Dwi Estinigsih,M.Psi, Psikolog  bahwa  pentingnya pendidikan seks bagi anak, demi melindungi anak dari predator seks.  

Perlu digaris bawahi untuk mengajarkan pendidikan seks pada anak yang perlu diajarkan adalah pemahaman mendasar mengenai fiqih laki-laki  dan fiqih perempuan yang dibahas tentang mengajarkan akhlak menutup aurat , mengapa laki-laki dan perempuan tidurnya dipisah, dan lain sebagainya.

Bunda, ukhty, ibu, mama, siapapun yang mencintai anak-anak bahkan guru Tk sampai SMA atau siapapun yang sangat concern terhadap pendidikan basis pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan penguatan terhadap norma agama sejak dini, selain itu diperlukan juga penanaman kemandirian pada anak agar bisa menjaga dirinya sendiri.

"Basis norma agama perlu sejak dini diajarkan"
Penanaman ibadah harus sejak dini. Seperti :
  • Mengajarkan  sholat 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Al-Bukhari)


Atau dalam hadits lain dikatakan Dari Amr bin Syuaib, dari bapaknya, dari kakeknya, dia berkata, "Rasulllah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ (رواه أبو داود ، رقم  495،  وصححه الألباني في " صحيح أبي داود)
"Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah jika mereka telah berusia sepuluh tahun, serta pisahkan mereka di tempat tidur mereka."( HR. Abu Dawud, no.495 dan dishohehkan oleh Al-Alban di Shoheh Abi Dawud.)
  • Mengajarkan  tentang kebiasaan menutup aurat sejak dini. Penamanam menutup aurat sejak dini sangat dibutuhkan dimana keadaan yang menjadikan orang berprilaku tidak baik salah satunya pakaian yang dikenakan. Oleh karena itu walaupun anak belum baliq yang harus kita lakukan adalah memberikan pemahaman batasan aurat untuk laki-laki dari pusar sampai lutut, Sedangkan batasan aurat anak perempuan adalah seluruhnya kecuali muka dan telapak tangan.
"Kemandirian perlu diajarkan sejak kecil seperti memakai baju sendiri"
Jadi apa yang harus dilakukan orang tua?
  • Jalin kedekatan dan komunikasi yang baik.

Ajak anak berdialog tentang kekerasan  seksual yang mengancam lingkungan. Seperti tidak menerima apapun dari orang yang tidak dikenal. Tidak mudah tergiur iming-iming orang asing.

  •  Mengajarkan mana yang boleh dan yang tidak

 Caranya adalah:
1. Ajarkan pada anak tubuhnya yang tidak boleh disentuh terutama bagian mulut, dada, bokong, serta bagian bawah sekitar paha. Kika terjadi ajarkan kata “Tidak!”

2. Ajarkan untuk tidak membuka aurat saat ada yang menyuruhnya dan katakana “TIDAK   Bila ada yang ingin menunjukan bagian pribadinya ajarkan untuk melapor pada orang dewasa.

 3. Mengajarkan anak mandiri
Sejak dini diajarkan untuk memakai baju sendiri sejak usia 3 tahun. Dan ketika memandikan usahakan orang tuanya saja yang memandikan dan memakaikan bajunya.

 4. Mengajari anak mana cerita yang yang baik yang harus dirahasiakan dan mana yang tidak.
Predator atau orang yang jail menekankan agar anak takut dan tidak bercerita pada orang dewasa. Jelaskan pada anak mana cerita yang harus dirahasiakan dan mana yang tidak.

5. Melihat siapa teman anak kita
Sebagai orang tua kita harus mengetahui siapa saja teman anak kita, adakah potensi lingkungan yang mengarah kesana? Usahakan untuk menjauhkan anak kita dari lingkungan yang berpotensi kearah tidak baik. Untuk anak yang sudah beranjak remaja  yang harus dilakukan adalah memantau aktivitas media sosialnya.

Lalu apa ciri-cirinya psikologis jika anak mengalami kekerasan seksual?
1.       Anak malas atau takut pergi ke sekolah
2.       Mengalami ganguan tidur.
3.       Sensitif dan gampang marah
4.       Memiliki rasa takut pada tempat atau pada seseorang

Sedangkan jika dilihat dari segi psikis akan tampak sekali:
1.       Sulit duduk maupun berjalan
2.       Nyeri saat buang air kecil
3.       Gatal-gatal dan memar disekitar alat kelamin
4.       Pakaiannya bernoda, atau robek.

Semoga anak-anak kita, kita sendiri terlindung dari hal-hal
yang tidak baik. Do’a  yang kuat, penanaman aqidah dan
usaha yang kita lakukan agar Allah memberikan perlindungan
Nya kepada kita dan anak-anak kita. Aamiin.
(Hdy-love teach and write)


Note : sumber gambar google