Jumat, 19 Februari 2016

MANFAAT MENDONGENG UNTUK ANAK


Assalamu'alaikum. Apa kabar sista, ibu muda, pengajar, dosen, atau siapapun yang begitu perhatian dan sayang kepada anak-anak bangsa. Senang deh bisa bertemu lagi. Berharap yang mengujungi RUMAH PENUH INSPIRASI bisa mendapatkan sedikit inspirasi. Aamiin

Pernah merasakan kesulitan ketika harus menceritakan sebuah cerita? Atau  semua yang sudah kita persiapkan menjadi hilang ceritanya hehheh...(grogi kali ya, yang ini)

Mungkin  anak sendiri minta dibacakan sebuah cerita atau dongeng oleh kita sebagai emaknya. Lalu kita menjawab "Duh, Mama nggak bisa nih! Adik aja ya, yang baca!

Pernahkah kah kehabisan ide dalam menceritakan sebuah cerita?  Atau ingin sekali merubah karakter siswa atau siswi  karena mereka sudah tidak mempan saat kita berikan nasihat? 

saat aku mendongeng di anak yatim

Bagaimana dengan mendongeng?Sejauh mana dongeng bisa berpengaruh positif bagi anak? Nah, emak, sista, moms, ternyata dongeng mempunyai pengaruh yang besar apalagi dalam merubah karakter negatif menjadi karakter positif. Misal dari yang tadinya tidak mau bangun pagi menjadi mau bangun pagi. Dari yang melawan sama orang tuanya menjadi baik dan sayang sama orangtua.
 Dongeng dapat menimbulkan karakter positif

Dongeng dalam kamus besar bahasa indonesia dikatakan dongeng adalah  do.ngeng

[n] (1) cerita yg tidak benar-benar terjadi.
Mendongeng adalah bertutur dengan intonasi yang jelas, menceritakan sesuatu yang berkesan, menarik, memiliki nilai dan tujuan yang khusus.

Nah selain itu kegiatan mendongeng sendiri tidak sekedar bersifat hiburan belaka. Melainkan memiliki tujuan. Antara lain:


  • Pengenalan alam sekitar
  • Budi pekerti
  • Mendorong anak berprilaku positif

Eits... selain mendorong anak berprilaku positif dongeng sendiri juga sangat menyenangkan karena didalam dongeng ada pengetahuan sekaligus hiburan baik bagi pendongengnya maupun pendengarnya, selain itu akan mengeratkan hubungan orang tua dan anak (ini jika emaknya sendiri yang ikut memberikan dongeng untuk anaknya).

Mendongeng perlu latihan. Dengan banyak latihan dan memperhatikan alam sekitar dan membaca buku sebagai sarana memperbanyak ilmu. Moms untuk mendongeng ini ternyata banyak manfaatnya lho untuk anak. Salah satunya adalah..

  • Merangsang kekuatan berpikir.


Anak semakin berimajinasi, sehingga bisa merangsang rasa ingin tahu anak. Dongeng berpengaruh pada kekuatan berpikir anak. Anak nantinya dapat membentuk visualisasi.
  • Sebagai media yang efektif
Dongeng merupakan media yang efektif untuk menanamkan nilai dan etika kepada anak. Dapat juga menimbulkan rasa empati. Dapat juga membuat anak menjadi kreatif (http://www.hidayatinur.com/2016/02/membuat-anak-menjadi-kreatif.html)
  • Merangsang kepekaan anak pada bunyi-bunyian.
Saat mendongeng mau tidak mau pendongeng harus menirukan berbagai macam suara. Misalnya ada suara kakek atau nenek atau bahkan anak anak.

  • Menumbuhkan minat baca 
Dongeng dapat merupakan langkah awal untuk menumbuhkan minat baca anak. Setelah tertarik pada berbagai dongrng yang diceritakan anak diharapkan dapat minat pada buku. Diawali dengan minat buku-bukudongeng misalnya. ( baca: juga membuat-anak-suka-membaca)
  • Menumbuhkan rasa humor yang sehat
Humor ternyata sangat bagus untuk kesehatan. Ketika anak-anak tersenyum lalu tertawa bisa menghilangkan stres dan mencegah sedikitnya 70 persen penyakit. Wow bisa dibayangkan ya?

Keberhasilan dongeng ditentukan daya imaginasi pendongengnya tapi juga  keberhasilan mendongeng dapat dilihat dari kemampuan pendongengnya  untuk bercerita secara menarik. dapat menggunakan media boneka misalnya.
contoh dengan mengunakan boneka still learn


Awal mendongeng saya pada tahun 2013 saya mendongeng untuk kelas saya. Saya belajar suara (hihihi) Suara yang saya dapat dari proses belajar belum banyak. Maklum saya pemula. Awalnya saya membawakan dongeng  dengan media boneka. Media ini saya dapati dari anak anak pada waktu itu. Jadilah setiap pagi pada waktu itu ada DONGENG PAGI. Saya ciptakan juga lagunya untuk Dongeng Pagi. Tapi untuk lagunya bukan judulnya Dongeng Pagi. Tapi Rumah Dongeng. 

Awal saya mendongeng saya juga ingin  menjajal ilmu baru hihihi. Pada awalnya tahun 2013 saya mencoba mendongeng di kelas (seperti pada video diatas). Lalu bersama teman-teman KPPC ( Group menulis di sekolah di undang untuk mengikuti workshop mendongeng waktu itu)  Kemudian saya, gurunya ikutan lomba hihihi Alhamdulillah dapat juara 2. Dalam waktu kisaran 20 menit membuat konsep cerita lalu dikembangkan untuk bisa tampil mendongeng juga. Mungkin dari situ juga awal saya tertarik mendongeng.


Didot bersama anak-anak kelas 2


Lama juga saya vakum, lalu lagi-lagi jalan Allah saya diminta mendongeng di daerah rumah saya waktu itu ada acara baksos. Saya mendongeng dengan menggunakan boneka. Pas puasa saya diundang lagi di daerah kampung melayu, salah satu penonton melihat  saya lalu merekomendasikan saya. Wah saya kaget sekaligus senang. Mulailah saya berburu   mencari karakter bonekanya. Saya cari di Pasar Gembrong saya dapat boneka lucu. Kumisnya saya lepas hihihi...
dongeng saat ditempat ngaji


Saat bulan puasa 2 tahun yang lalu saya  diundang seorang teman. Nama teman saya Indah untuk mendongeng di sekolahnya. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan.Pergilah saya  ke SD Negeri dibilangan Tebet diantar suami tercinta( cie... yang mendukung kegiatan saya, trims abi) Saya senang sekali sekaligus grogi. Grogi karena penontonnya lebih banyak. Usia anak SD dengan beberapa karakter. Lucunya saya dipanggil  dengan sebutan ustazah (waduh...saya hanya pendongeng) Kepala sekolahnya saya lupa namanya baik. Begitupula guru-gurunya. Boneka yang saya gunakan si Ayami. Ayami saya pakain jilbab.Jilbabnya lucu deh! Alhamdulillah kegiatannya berjalan baik.
bersama indah

Terus berlanjut dongeng awal tahun Hijriah di sekolah. Saya pakai juga tokoh Ayami. Boneka yang saya dapati dari seorang teman. Ayami dan Didot karakter anak -anak dengan suara cempreng untuk ayami(seperti saya hihihi) Enggak kok saya kalem orangnya (ups). Yang disukai anak-anak adalah boneka  Ayami. Centil, cempreng tapi mengemaskan, 


saat dongeng tahun Baru Hijriah

Lalu saya diundang untuk mendongeng lagi pas puasa untuk anak-anak TPA . Alhamdulillah Allah berikan kelancaran. Saya  senang sekali karena menurut saya itu merupakan proses belajar juga untuk memantapkan diri dan memberanikan diri ini dalam mendongeng. Saya gunakan boneka Ayami dan Didot.
mendongeng di TPA

Terakhir saya diundang pada tanggal 17 kemarin tepatnya bulan Februari 2016. Saya diundang oleh Bu Erika  untuk mengisi anak-anak yatim di daerah rumahnya di Kampung Ambon, Jakarta Timur. Kesempatan emas ini tidak saya sia-siakan lagi. Anak -anak yatim dengan usia SD sampai SMP. Karakter yang ingin saya bangun agar mereka termotivasi dan memiliki semangat dalam kejujuran. Saat mendongeng saya membutuhkan karakter orang tua. Kalau memungkinkan biasanya saya akan mengambil satu penonton menjadi salah satu karakter yang saya inginkan. Bisa orang tua, teman, atau ibunya. Kalau ini saya lakukan agar penonton ikut terlibat dalam dongeng yang saya bawakan.

hai aku Didot


bersama Hani yang selalu memonitor saya
Oiya, saya selalu mengajak Hani saat diundang mendongeng. Selesai mendongeng saya akan bertanya gimana tadi ceritanya seru gak? Hani akan menjawab sesuai keadaan disana. Pernah juga Hani bilang ceritanya kurang menarik Mi, hihihi (untuk yang ini saya ambil masukannya untuk memperbaiki cara mendongeng saya)
mendongeng di tempat Ibu Erika
Mom, Ukhti, Sista, Pendidik, atau guru dalam mendongeng perlu persiapan juga. Biasanya saya melakukan hal sebagai berikut:
  1. Berdoa kepada Allah agar dimudahkan dan diberikan inspirasi dalam mendongeng
  2. Datang awal waktu untuk melihat situasi,
  3. Penjiwaan dalam mendongeng
  4. Penguasaan materi dongeng
  5. Ikhlas dan bersyukur
Terus terang  dalam mendongeng saya masih belajar. Saya belum ahli. Tapi dengan terus belajar dan semangat dalam diri  Insya Allah saya BISA! Jika Emak, Sista, Ukhti merasa belum mampu dan belum percaya diri katakan kepada diri kita bahwa KITA MAMPU DAN BISA dalam mendongeng dan merubah karakter anak-anak menjadi baik. 
Ayo tunggu apalagi. Mulai dari sekarang yuk! Aku Bisa Mendongeng.(Hdy-Love teach and Write)





17 komentar:

  1. Seru sepertinya mendongeng di dpn anak2 ya Mak. Sy blm pernah hihi, jadi pengen belajar juga ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mba vhoy berlatih dan pd saja. Nanti seiring perjalanan akan semakin bisa.semangat mba....trims sdh berkunjung

      Hapus
  2. Keren euyyy...sy aja istri pendongeng msh blm bs action.hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ada pendongeng terkenal Kak Dwi. Hihih...diajakk nyebur atuh yayahnya. Makasih kak dwi sdh beekunjung. Btw kapan kapam saya belajar suara doong hihihi

      Hapus
    2. wah ini yayah ya? ayuk yaah semangkaaaaa

      Hapus
  3. belum bisa mendongeng, tapi kalau membuatnya ceritanya sudah mulai belajar
    kini saatnya belajar mendongeng... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayoo semangat mba..witri aku dukung 1000 persen hihihi. trims sdh berkunjung

      Hapus
  4. klo saya biasanya bercerita pda ank saya sebelum tidur, tapi sering bngung pemilihan Katanya yg dapat dimengerti anak2 bu...

    BalasHapus
  5. mba lely coba tokoh yang bisa mba mainkan yang mana karakternya pilih satu saja atau dua. misal suara ibu dan suara anak. kalau ibu seperti sehari-hari. Kalau anak agak cempreng dan ditekan. bisa dimulai suatu hari ina tidak mau mandi...wah gimana ya lanjutan ceritanya? begitu dan seterusnya... atau kali ini mama mau cerita pad suatu hari ada seorang anak kecil. anak itu bernama Dinda....dst...

    BalasHapus
  6. Banyak sekali ya manfaat mendongeng. ^^ Aku juga suka banget mendongeng buat si kecil ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba anisa ae...wah keren mba....semangkaaa terus

      Hapus
  7. wah, kayaknya asik ya mb

    btw blognya sdh sy folow ya mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mba...blogmu sudah saya follow juga

      Hapus
  8. buka kelas mendongeng aja, mbak..
    sy setuju bgt klo dongeng bisa membangun karakter anak..

    BalasHapus
  9. buka kelas mendongeng aja, mbak..
    sy setuju bgt klo dongeng bisa membangun karakter anak..

    BalasHapus