Selasa, 22 Maret 2016

PENTINGNYA BELAJAR MENJAHIT

Pakaian yang sering kita gunakan ternyata kadang harus direparasi alias dijahit. Entah yang  rusak resletingnya, robek sedikit atau disekitar lengan ada yang harus dijahit.

Disadari atau tidak sebenarnya kemampuan menjahit harus ada pada diri seorang wanita terutama saya( tunjuk diri sendiri) yang belum bisa menjahit. Kemampuan dasar yang harus sebenarnya dimiliki. Robek baju sedikit seharusnya bisa menjahitnya hihihi. 

Kalau menjahit dengan menggunakan tangan Insyaallah saya bisa. Memasang kancing baju insyaallah bisa. Tapi masalahnya kalau menjahit menggunakan mesin jahit ini yang tidak bisa. Ini sebenarnya yang harus saya pelajari akibatnya kalau ada yang harus diperbaiki agak kesulitan memperbaikinya.


saya memberikan baju untuk dijahit


Hari ini tukang jahit keliling mangkal didekat rumah. Saya pun segera mengambil beberapa helai pakaian. Kebetulan ada resleting yang rusak, dan sebagian ada yang robek.

Nama tukang jahitnya Pak Susilo. Belajar menjahit sejak dari SMP. Wah, keren ada life skill yang dimiliki  Pak Susilo. Menurutnya, kebanyakan yang bisa jahit  berasal dari Banyumas. Sekali lagi saya berdecak kagum karena dengan life skill yang ia miliki, ia mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pak Susilo sedang menjahit

Pendapatannya tidak menentu menurutnya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa sampai 50 ribu atau lebih tergantung banyaknya pakaian yang dijahit.

Kisaran harganya juga tidak mahal. Sangat terjangkau. Kalau celana pendek yang rusak atau robek dihargai Rp. 3000. Sedangkan untuk rok atau mengganti resleting yang rusak Rp.7000. Untuk gamis jika kepanjangan dikenakan biaya Rp. 7000 

Iseng iseng ditanya sama Bu Lastri tetanggaku mengapa tidak ikut konveksi saja? 
"Enakan seperti ini Bu! Karena dapat penghasilannya setiap hari. Walaupun tidak menentu dapatnya," begitu katanya.

Pak Susilo mulai berangkat jam 10.00 pagi. Dan sorenya jam 17.00 sudah kembali lagi ke rumah. 



Setelah selesai menjahit Pak Susilo pun izin untuk pulang. Karena hari ini hujan jadi beberapa pakaian yang akan dijahitnya dibawa pulang. Tentunya setelah Pak Susilo meminta izin terlebih dahulu.

Pengalaman hari ini menyadarkan saya bahwa yang harus dimiliki seorang wanita terutama saya adalah kemampuan dasar berupa keterampilan. Artinya keterampilan-keterampilan itu akan berguna karena suatu saat akan kita gunakan. Saya jadi malu. Laki-laki saja bisa menjahit masa saya tidak bisa? hiks.

Terimakasih Pak Susilo membuat saya ingin  belajar  menjahit.
Semoga suatu saat saya bisa menjahit menggunakan mesin dan akhirnya bisa membuat pola dan baju sendiri. (Hdy-Love Teach & Write))