Kamis, 17 Maret 2016

BERDUA DENGANMU

Sebagian orang mungkin nyinyir dengan keberadaanku kini
Statusku bukan singel lagi. Aku sudah memiliki kekasih. Tepatnya mantan kekasih hehehe. Maksudku bukan kekasih tapi istri.

Wajahnya bulat bersih. Aku bertemu dengannya tidak sengaja. Awalnya adalah aku dikenalkan oleh orang yang sangat kupercayai. Ya, saudaraku, abangku tepatnya.

Kala itu abangku mengenalkan adik temannya kepadaku. Wajahnya sangat manis. Tanpa disangka saat ibu mengetahuinya, ibu langsung menyuruhku melamar gadis itu. Sontak saja aku kaget. Bagaimana mungkin gadis yang baru kukenal langsung aku tembak untuk aku jadikan istri.

"Buat apa Lang, kalau pacaran nambah dosa! Belum dosa mata, hati pikiran. Mbo'ya yang lurus saja!" begitu ibuku bilang.

Ma'lumalah biar begini aku anaknya ustazah hehehe...
Ibu selalu mengisi pengajian di rumah. Jamaahnya juga banyak. Sst... kaya iklan saja. Jamaah...oh, jamaah Alhamdulillah....

"Bang Gilang mau merid? Yang benar?" Ira adikku kaget bukan main.
Dibelalakan matanya." Aku mah gak percaya! Mana ada wanita yang mau sama Bang Gilang. Lha wong rambut saja panjang tidak pernah dipotong. Mana ada yang naksir," Ira adikku mengatupkan bibirnya saat kedua alisku aku naikan.
"Piss, ah, Bang!" ucapnya sambil berlari meninggalkanku.

"Kalau dilihat kamu itu nggak jelek jelek banget Lang! Coba deh dipotong rambutmu. Tambah banyak tuh yang ngantri minta tanda tanganmu," ucap Ibu sambil tertawa.

"Ah, ibu itu ada-ada saja!" ucapku sambil mencubit ringan tangan ibu.

Itu cerita 3 tahun yang lalu. Dan akhirnya hari ini tepatnya 3 tahun pernikahanku. Dan sampai sekarang aku masih belum bisa membahagiakannya.

Sungguh ada keinginanku untuk membahagiakannya. Memberi limpahan pesona dunia kepadanya. Tapi maaf rasanya masih belum bisa tangan ini memegang payung yang kokoh.

Tepat hari ini ulang tahunmu
Tak banyak kata yang bisa kurangkaikan dengan manis
Selain puisi ini untukmu



BERDUA DENGAN MU

Sayang
Aku bukanlah yang sempurna
Tapi aku akan berusaha memberikan yang terbaik untukmu

Ketika dulu kamu memilihku
Aku tahu kau hadir untuk mengisi hari-hariku

Hari-hariku berlalu bersamamu
Tergambar lukisan cerita setiap hidup yang kita lewati

Maaf sayang...
Jika selama ini payung ini belum kuat dan kokoh
Terkadang terpaan angin membuat payung ini menjadi hilang kendali

Tapi sungguh
Dengan keberadaanmu disisiku
Aku akan tanguh hadapi semua ini bersamamu
Tentunya dengan izinNya dan kasih sayangNya

Sayang
Kuharap kau tak akan menyesal
karena aku akan sentiasa memayungimu
Mengokohkan tanganku kembali
Agar payung ini akan semakin kokoh
Tentunya berdua denganmu
(Hdy-Love teach & Write)