Selasa, 29 Maret 2016

BILA TIBA WAKTUNYA



Bila tiba waktunya
Kemana kita kan pergi?
Bahkan tembok besar tidak bisa menghalangi

Bila tiba waktunya
Kemana kita kan berlari?
Bahkan satu langkah pun tak dapat membuat kita menghindari

Bila tiba waktunya
Kemana harta kan dibawa
Bahkan keluargapun akan pergi
Menghilang dari pandangan

Bila tiba waktunya
Sungguh diri ini
Tak mampu menghindari
Hanya amal yang akan dibawa
Hanya amal yang akan menolong

Bila tiba waktunya
Kemana diri ini kan berlari?


Sebuah perjalanan yang singkat. Dalam kehidupan kita sebagai manusia.Allah menakdirkan kita mampu dan terkuat sehingga dari sekian yang ada kita mampu hidup dan akhirnya Allah menakdirkan kita berada di dunia.

Allah menghidupkan dan Allah pula yang mematikan. Sungguh umur manusia sangat singkat. Apa yang patut dibangakan dari perjalanan kehidupan kita? Adakah amal TERBAIK yang kita punya dan saya tentunya?

Hari Sabtu sebenarnya saya ada kegiatan bersilaturahmi dengan teman-teman MAN
( Madrasah Aliyah ) Tapi entah tuk pertemuan kali ini saya malas sekali.  
Pada jam 2 dini hari  suami memberitahukan ada WA masuk. "Mi, Uwak Enu meninggal,"
"Innalillahi Wainnailaihi rojiuun,"sontak saya kaget. Karena saya tidak mendengar kabar sakitnya.

Paginya saya langsung telepon untuk menanyakan kabar sakitnya ternyata Uwak baru saja menjalankan operasi. Tapi menurut adik saya hari Sabtunya Uwak akan pulang. Dan yang menjenguk pada hari Jum'at pun masih melihat Uwak dalam keadaan sehat wal'afiat. Hanya saja Uwak merasakan  kembung saja didaerah perutnya.

Malamnya jam sebelas Uwak merasakan tidak enak badannya. Menurut Kak Ardi yang menjaga Uwak di rumah sakit, Uwak merasakan gerah, panas, dan meminta untuk dibacakan surat yasin. Dan Jam 12 Uwak dinyatakan meninggal setelah dilakukan upaya pertolongan oleh rumah sakit.

Saya memanggilnya dengan sebutan Uwak Enu. Orangnya baik sekali. Waktu saya masih kecil Uwak selalu memberi saya uang. Apalagi pas lebaran adalah momen yang ditunggu oleh saya. Uwak orangnya baik. Tidak pernah neko-neko dalam menjalani dan memandang hidup.



Sungguh diri ini sangat sedih dengan meninggalnya Uwak. Uwak juga dikenal baik dan ringan tangan membantu orang lain. Tak segan selalu menyapa. Pantaslah saat meninggal banyak orang yang datang dan mensholatkannya. Sungguh pelajaran bagi yang hidup tentang amal TERBAIK yang ada pada kita termasuk saya pribadi yang belum mempunyai amal TERBAIK.

SIAPKAH KITA?

Siapkah saya bahwa akan masa dimana kita akan sendiri dan meninggalkan orang-orang yang dikasihi dan dicintai. 
Akan ada tangisan disana. Ditinggal oleh orang yang dikasihi dan dicintai. Hanya amal yang akan menolong kita.




SIAPKAH KITA?

Siapkah kita jika tiba waktunya meninggalkan semua yang ada. Bahkan harta, anak dan keluargapun akan kita tinggalkan. Jika dilihat kebaikannya kemarin banyak yang hadir saat takziah sungguh banyak orang yang kehilangan Uwak saya. Termasuk saya. Tak terasa saat Uwak di tutup dengan kain kafan saya memandang wajahnya. Seperti tidur saja.

 "Jangan pegang dunia dengan hatimu, tapi peganglah dengan tanganmu" Ungkapan ini menunjukan kita jangan terlalu mencintai dunia, karena pada akhirnya dunia pun akan kita tingalkan.

Setelah selesai  lalu almarhum dibawa ke mushola  untuk disholatkan. Yang mensholatkan pun banyak lebih dari 40 orang. Mungkin ini adalah amalan almarhum saat masih hidup orangnya supel. Sungguh AMAL akan menyertai.

Dalam hadits dikatakan tentang pemisalan hidup di dunia. Dari Ibnu Umar berkata, Rasulullah Saw, memegang pundakku lalu bersabda." Jadilah Engkau hidup didunia seperti orang asing atau musafir ( orang yang berpergian). "Lalu Ibnu Umar menyatakan," Apabila diwaktu sore janganlah menunggu hingga pagi. Dan apabila berada diwaktu pagi hari maka jangalah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Bukhari)





Dari peritiwa meninggalnya Uwak saya ada beberapa pelajaran bagi saya untuk terus memperbaiki diri. Jika Allah memberikan waktu lebih untuk saya setidaknya ada hal-hal yang harus saya lakukan

1. Perbanyak amalan sebagai pemberat timbangan kebaikan
2. Meminta maaf setiap saat terhadap kesalahan yang dilakukan
3. Memperbanyak silaturahmi kepada saudara-saudara
4. Memberikan kontribusi untuk anak anak tidak mampu
5. Lebih takzim kepada suami 
6. Memberikan perhatian lebih kepada anak 
7. Memperbanyak hafalan surat
8. Memberikan zakat kepada mereka yang membutuhkan.


Untuk pengingat diri juga untuk TIDAK MENUNDA - NUNDA AMAL

Adapun perkataan Ibnu Umar mengingatkan apabila kita berada di waktu sore, maka jangan menunggu hingga pagi. Dan apabila berada di pagi hari janganlah menunggu hingga sore hari.
Pelajaran bagi saya pribadi  adalah dengan terus memperbaiki diri ini yang masih banyak kekurangan. Belum mampu memiliki amal TERBAIK. Semoga Allah mudahkan dan Allah senantiasa menetapkan KEIMANAN sampai akhir hayat. Aamiin.(Hdy-love teach & write)

“Tulisan ini diikutkan dalam dnamora 8 hari menuju kematianGiveaway” http://dnamora.com/2016/03/dnamora-giveaway-8-hari-menuju-kematian/