Jumat, 18 Maret 2016

WANITA ITU BERNAMA IBU

Jika mendengar kata IBU maka kita langsung akan mendeskripsikan sebagai wanita lembut, jago masak minimal masak air, memiliki kegiatan dirumah tangga yang cukup banyak mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali (berat nian hihihi)

IBU maka asumsi kita akan berhubungan dengan segudang multi task yang ada pada seorang wanita. Tepatnya seorang istri, seorang ibu kelak untuk anak anaknya.

Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Segudang aktivitas sudah dikerjakannya. TIDAK ADA KATA ISTIRAHAT kalaupun ada maka sedikit waktunya.





Bergulir pekerjaannya dari hari ke hari. Kalau pun ada yang membantu tetap saja  ibu yang mengatur agar semua berjalan sesuai tempatnya.

Apalagi kalau tidak ada yang membantu? Hmm, semua pekerjaan dilakoninya. Bagaimana dengan anak satu? Masih okelah tidak terlalu keteteran. Terus bagaimana kalau anaknya lebih dari satu? Hmm, bisa dibayangkan akan repot jadinya ( pasti bawaannya BAPER jadinya tidak boleh disenggol sedikit akan ada taringnya hihihi)

Namun dibalik semua itu ada PAHALA yang diberikan kepadanya. Bagi kita yang BERIMAN maka Allah akan memberikan balasannya dari setiap apa yang dikerjakannya untuk keluarganya.

IBU MENJADI PRIMADONA DIRUMAHNYA

Disadari atau tidak kita wanita/ibu adalah ratu dalam rumahnya. Ibu  sebagai peri  maksudnya  primadona. Mau dimana saja akan ada pangilan sepanjang 24 jam hihihi. Coba diperhatikan deh, "Bu handuknya mana? "Bu sarapannya udah belum?" "Bu aku sekolah dulu, ya! "Ibu mana, Pak?" " Ibu...ibu aku pulang!" atau "Bu, lututku sakit hiks," "Bu aku mau jajan, dong!"
 Nah tuh kan benar, setiap menit selalu dipanggil hihihi

Apalagi bagi para suami. " Bu tolong buatin air hangat, ya! " Bu Bapak pergi kerja dulu. Bu kacamata bapak mana? Ibu lalu menjawab," Itu pak diatas kepala bapak!"Bapaknya jadi tepok jidat weleh...weleh..weleh

BAGAIMANA KALAU ANAK SAKIT?

Kalau anak panas maka ibu yang memiliki rasa  khawatir berlebih. Ayah juga begitu tapi tingkat dewa yang kawatir adalah ibu. Ibu akan menangis untuk anaknya. "Kalau bisa biar ibu yang sakit jangan kamu, nak!

Apalagi kalau sekarang musim pancaroba. Kalau tidak fit maka anak akan mudah sakit. Radang tengorokan, panas, batuk adalah penyakit langanan yang diderita sebagian anak anak. Seringkali sebagian ibu lebih memilih obat herbal. Mengecek panas anaknya setiap waktu menyuruhnya minum air putih atau mengkompresnya dengan air hangat, memberikan madu lalu habbasaudah membalurkan badan anaknya dengan MINYAK BUT BUT, ya...itulah IBU.

Ibu tidak akan bisa tidur nyenyak. Sebisa mungkin didampingi anaknya yang sedang sakit. Terjaga selalu. Matanya ditahan dari kantuk yang sudah menyerang agar tidak tidur lelap. Atau boleh jadi dipegang tangan anaknya selalu. Itulah ibu. Rasa khawatirnya melebihi ayah.





Ibu kadang menangis dibalik bajunya sendiri, atau bahkan menahan tangis saat beras, dan lainnya sudah habis. Menangis bisa di balik baju saat masak mungkin, atau menangis ketika ingin tidur. Atau menangis ketika sedang berdua bermunajaat kepadaNya. Atau rela menahan lapar dan membiarkan anaknya makan terlebih dahulu. Ya, itulah ibu

Pantaslah Nabi memberitahukan bahwa syurga itu dibawah telapak ibu. Dan nabi mengulang kata ibu sampai 3 x

Ibu itu memang halus perasaannya. Mudah tersentuh. Walau bukan permasalahannya sendiri.Pantaslah kalau puisi ini mewakilinya

IBU

Bening hatimu
Halus perasaanmu
Itulah ibu

Bijak dalam berucap
Tak bosan menasehati
Tapi kadang   kami terus mengulangi

Pandanganmu jauh kedepan
Memberikan semua kebahagianmu
Untuk melihat anak-anakmu bahagia

Ibu
Tak pernah bosan
Memberikan do'a disetiap sujud sujud panjangmu
untuk kami anakmu


Sedangkan kami?
Apa yang telah kami
berikan untukmu ibu?

Kala kami bahagia kadang kami lupa
Kala kami senang kami juga lupa
Kala kami sedih baru kesedihan itu kami bagi

Ibu maafkan kami yang sampai hari ini
belum bisa membahagiakanmu

***********************************************



Ya, itulah ibu sosok wanita multi task, pendamping anak-anaknya, mencurahkan kasih sayangnya sedemikian rupa. Dan doa untuknya haruslah senantiasa kita panjatkan untuk ibu-ibu kita.

Salam untuk wanita wanita tegar yang selalu menyeka air matanya
Yang selalu tersenyum dibalik deritanya
Yang selalu berdoa untuk anak-anaknya dan kebahagiaan keluarganya
Ya wanita wanita yang bernama ibu adalah kamu
(Hdy-love teach and write)