Jumat, 01 April 2016

KELUARGA BARU AYAMI


Hari  Jum'at  kemarin bertepatan dengan awal bulan April. Bertepatan saya mengenalkan keluarga baru Ayami. Apa hubungannya, ya hihihih.
Ada harap dalam bulan baru agar di bulan April ini semakin bersemangat dalam berkarya.

Dua hari sebelumnya, tepatnya hari Rabu, 30 Maret 2016, saya sudah membawa ke sekolah beberapa boneka untuk mendongeng. Boneka baru? Yup!Keluarga baru Ayami. Boneka untuk mendongeng.
Boneka ini saya bawa karena ingin mengajar di ekskul KPPC. Mengajar untuk anak -anak  KPPC dalam latihan mendongeng.

KPPC merupakan ekskul di SDI At-Taqwa Rawamangun. Ekskul KPPC berhubungan dengan menulis. KPPC kepanjangan dari Kelompok Penulis dan Pembuat Cerpen.



Keluarga  Baru Ayami sendiri terdiri dari ayah, ibu, kakek, nenek, kakak, dan adik. Kumplit deh!
"Bu, kapan dikenalkan keluarga Ayami?" tanya Abdu salah satu anak murid saya.
"Insyaallah hari ini, ya!"

Jadilah hari ini saya mulai mendongeng. Sebenarnya selain untuk anak -anak saya  mendongeng
buat diri saya juga. Berlatih tepatnya dengan cara saya belajar mengelola cerita. Memainkan peran bersama mereka dan kalau mereka terhibur tentunya saya menjadi senang karena pesan pun bisa tersanpaikan.






Sebenarnya mendongeng selain untuk anak -anak juga saya mendongeng untuk  diri saya juga. Berlatih tepatnya dengan cara saya belajar mengelola cerita. Memainkan peran bersama mereka dan kalau mereka terhibur tentunya saya menjadi senang karena pesan pun bisa tersanpaikan.

Selesai mendongeng anak -anak jeda karena ada pelajaran Bahasa Arab. Sebelum saya keluar kelas saya bilang akan ada dongeng lagi di perpus yang dibawakan oleh Keisha dan Aleeka.

Benar saja setelah anak-anak selesai pelajaran bahasa arab dan SOMAIS( sholat dhuha, makan dan istirahat) anak -anak langsung ke perpus.
"Bu, jadikan mendongengnya?" tanya Abdu yang datang ke perpus bersama teman-temannya.
Saya pun mengangguk.
Saya melihat Keisha berdiri dipintu masuk perpus. Terpancar jelas diwajahnya rasa grogi, saya lalu bertanya,"Keisha sudah siap belum?" 
Agak ragu awalnya. Tapi saya beri motivasi dengan memberikan arahan agar mengeluarkan suaranya dengan optimal. " Keisha pasti bisa melakukannya." 

Mungkin agak grogi karena dongeng kali ini di adakan di perpus sekolah dan diihat oleh adik-adik kelas.








Tibalah saatnya Keisha beraksi. Melakukan dongeng di perpus. Memang untuk awal perlu motivasi. Selanjutnya akan timbul keberanian dan rasa percaya diri.

 "Awal perlu motivasi. Selanjutnya akan timbul keberanian dan rasa percaya diri."
Tak mau kalah Aleeka pun beraksi. Penuh percaya diri walau masih harus belajar lagi dalam mendongeng dalam hal intonasi.





Semoga kegiatan hari Jum'at kemarin memberikan pengalaman dan pembelajaran untuk anak-anak kedepanya agar tidak malu dalam menyampaikan cerita. Siapa tahu suatu saat nanti akan timbul dari mereka anak-anak yang bisa mendongeng untuk mereka yang membutuhkan. 

Berbagi lewat mendongeng  dan diserunya hari jum'at semoga semakin berkah.
Keluarga Baru Ayami menjadi dunia baru bagi anak-anak.
Salam mendongeng! (Hdy-Love Teach&Write)