Kamis, 26 Mei 2016

KEBERSAMAAN DI MEJA MAKAN YANG HARUS DILAKUKAN(KEMBALI)

Apa yang sudah hilang dilakukan pada sebuah keluarga?Bagaimana kebersamaan saat makan dengan keluarga? Masikah moms lakukan? Atau mungkin dilupakan? Ternyata  kebersamaan yang sudah luntur dan jarang dilakukan keluarga adalah makan bersama dengan keluarga tercinta. Sebagian orang mungkin merasa sudah gak jaman lagi jika harus bersama-sama dalam meja makan. 

Saya ingat betul waktu masih kecil ngeriung istilahnya. Saat ibu saya menyiapakan dan menyuruh anak-anaknya makan. Ada celotehan disana. Ada kebersamaan. Kadang harus membagi dan menahan diri untuk tidak mengambil banyak-banyak. Maklumlah saya lima bersaudara. Harus membagi apa yang telah ibu saya masak dengan saudara yang lainnya. Ada kenikmatan juga bertanya kabar dan menyapa.  Selesai makan ada keringat yang mengucur sesekali diselingi  gurauan. Jika sudah selesai maka  piring kotor menumpuk lalu saya membawanya ke dapur.Ternyata meja makan selalu punya cerita.

Sekarang bersama keluarga tercinta memupuk kebersamaan makan bersama. Dengan anak saya Hani biasanya membantu mengambil piring. Kebersamaan pada makan malam yang kami lakukan. Sesekali bertanya kabar dan kegiatan disekolahnya.

Menurut saya kebersamaan dalam meja makan harus digalakan (kembali). Bagaimana tidak? Selama sepekan mungkin kita sudah disibukkan dengan agenda masing-masing. Obrolan pun terasa biasa saja. Hanya say hai lalu berkutet lagi dan ujung-ujungnya kembali disibukkan dengan agenda masing-masing.

Keengganan dalam makan bersama keluarga salah satunya kurangnya waktu yang tesedia untuk keluarga. Atau mungkin tampilan makanan yang biasa saja sehingga malas untuk di foto dan diunggah ke media sosial sehingga budaya makan bersama keluarga hilang berganti menjadi budaya makan direstoran.

Saya mengikuti kegiatan yang oleh Tupperware bekerjasama dengan Viva.co.id  yang menurut psikolog anak Ajeng Raviando mengatakan bahwa," Kesibukan yang padat orang tua yang bekerja maupun agenda anak yang padat menjadi salah satu faktor hilangnya tradisi makan di rumah. Dan tradisi ini akan buruk bagi perkembangan hubungan antar anggota keluarga karena bersantap di meja makan akan menjadi ajang berkomunikasi antar keluarga."

"Jika tradisi bersantap di rumah menghilang, maka orang tua atau pasangan tidak punya kesempatan menanamkan nilai-nilai yang akan diangkat dalam sebuah keluarga. Sehingga yang terjadi sekarang adalah generasi yang acuh." (Ajeng Ravianda)

Tupperware Indonesia yang meluncurkan kampanye "Meja Makan Punya Cerita" ternyata pas sekali kampanye ini yang ingin memasyarkatkan kembali untuk menghidupkan tradisi berkumpul di meja makan dan bersantap dirumah.

Acara dibuka oleh Mc, kemudian dilanjutkan dari pihak Tupperware menjelaskan kegiatan ini. Dari pihak Tupperware oleh Mba Diana.

sambutan penyelenggara

saya mengikuti kegiatanTupperware 


Menurut Nurlaila Hidayaty selaku Marketing Tupperware mengatakan, "Tupperware ingin mengajak para keluarga untuk kembali makan bersama di rumah melalui program Meja Makan Punya Cerita diharapkan akan tercipta kembali kuatnya rasa saling menyayangi dan mendukung antar anggota keluarga."

Nah, Moms ternyata Tupperware mengeluarkan produk Petitte Blossom. Ini dia tampilannya. Keren kan?


Petitte Blosom

Petitte Blossom cocok digunakan untuk sajian harian Moms dan keluarga. Ada wadah untuk nasi, sup, lauk tanpa kuah yang dilengkapi penutup berikut sendok. Berwarna hijau fresh dan desain yang modern membuat Moms dan keluarga akan kembali dan nyaman makan bersama keluarga.



Nah, Moms tampilan Petite Blossom yang keren menjadi alternatif untuk membangkitkan kembali selera makan bersama keluarga tercinta. Dengan menghidupkan makan bersama keluarga akan tercipta kerukunan dalam keluarga Moms.


Yuk moms kembali  menjalin kebersamaan dengan keluarga dan makan bersama karena meja makan punya cerita. Kalau bukan kita yang peduli dengan keluarga siapa lagi? (Hdy-love teach & learn)