Sabtu, 20 Agustus 2016

SEBUAH PERJALANAN PUTRA BANGSA TERBAIK INDONESIA

Halo Moms edisi kali ini saya ingin membahas tentang orang yang MENGINSPIRASI BANGSA. Siapa yang tidak kenal dengan sepak terjangnya selama ini seorang yang mencintai negerinya Indonesia. 
Ya, namanya tak  asing  ditelinga kita. Beliau adalah sebagai salah seorang putra Bangsa terbaik yang dimiliki Indonesia. Namanya adalah B.J Habibie.


PERJALANAN B.J HABIBIE KECIL



B.J Habibie kecil

Lahir di Pare-Pare Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1936. Nama beliau adalah Bachradun Jusuf Habibie atau dikenal dengan B.J Habibie.  Ayahnya bernama Alwi Djalil Habibie dan  ibunya bernama RA. Tuti Marini Puspowardojo. B.J Habibie merupakan  anak ke empat dari delapan bersaudara.  Ayahnya berprofesi sebagai ahli pertanian yang berasal dari Gorontalo. Sedangkan ibunya dari Jawa yang ayahnya bernama Puspowardojo berprofesi sebagai spesialis mata.

Sewaktu  B.J Habibie kecil  sudah terlihat sekali sifat tegas dan berpegang pada prinsip. Tak kalah moms  B.J Habibie juga memiliki kegemaran menunggang kuda dan membaca. 
Pada saat B.J Habibie masih  SD ayahnya meninggal dunia karena kena serangan jantung.
"Kegemarannya menunggang kuda dan membaca"

Tak lama berselang Ibunya menjual rumah yang ada di Pare-Pare dan akhirnya B.J Habibie dan keluarganya pindah ke Bandung. Di Bandung ibunyalah yang membanting tulang untuk menghidupi anak-anaknya.


PERJALANAN SAAT SMA DAN KULIAH


Keinginannya sangat kuat untuk sekolah SMA sehingga B.J Habibie sekolah di Gouverments Middlebare School. Dan sangat super sekali B.J Habibie sangat menonjol prestasinya di pelajaran eksakta. Karena kepintarannya setelah tamat SMA B.J Habibie masuk kuliah di ITB. Tidak sampai selesai kuliahnya sih moms. Mengapa? Karena ternyata B.J. Habibie diberikan beasiswa oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk kuliah di Jerman dengan mengambil tekhnik penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang. 

"Prestasinya sangat menonjol terutama pelajaran eksakta"

Pada saat belajar di Jerman setiap musim liburan dijadikan bagi beliau untuk bekerja agar bisa membeli buku. Sehabis liburan dilanjutkan dengan fokus untuk belajar menghadapi ujian. Hal ini dilakukannya berbeda dengan kebanyakan teman-temannya yang bekerja tanpa mengikuti ujian.
Pada tahun 1960 menerima gelar diplom Ingenieur dan pada tahun 1965 gelar doktor ingenieur dengan predikat summa cum laude.



saat B.J Habibie kuliah dokumen JAWAPOST


B.J Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 menikah dengan Hasri Ainun Besari yang dikenal dengan nama Ainun. Perjalanan pertemuan dengan Hasri Ainun Besari ini memberikan pernguatan kepada B.J. Habibie di Jerman. Saat memboyong Bu Ainun mereka pun harus berhemat. B.J Habibie selalu berjalan kaki dengan menempuh perjalanan yang jauh. Begitupula dengan Bu Ainun yang selalu menghemat pengeluaran, dengan terbukti mengantri mencuci baju ditempat umum agar dapat menghemat uang yang dimiliki.

"Berjalan kaki dan menghemat uang dengan mengantri mencuci baju"




Dari pernikahan beliau  dikaruniai dua orang anak yang bernama Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

saat bersama keluarga dokumen www.brilio.net




KARIER B.J HABIBIE
Moms tahukah tenyata B.J Habibie  pernah bekerja diperusahaan penerbangan di Hamburg Jerman dan mencapaai puncak karier sebagai  wakil presiden bidang teknologi. Keren banget kan?

Dan pada tahun 1973 B.J Habibie kembali lagi ke Indonesia karena Pak Soeharto waktu itu yang menjabat sebagai presiden RI meminta beliau menjadi MENRISTEK dan pada tahun 1998 mwnjadi seorang wakil presiden RI dan pada tahun yang sama sampai tahun 1999 menjadi seorang Presiden RI.

B.J Habibie pernah juga menjabat sebagai ketua ICMI yaitu ikatan cendikiawan muslim indonesia.

Dan kini....saya seperti flash back pada perjalanan beliau. Saat saya pergi ke museum Bank Mandiri sungguh saya disuguhkan oleh potret kehidupan beliau. Saya melihat foto beliau di acara Museum Bank Mandiri Pameran Foto Habibie dan Gebyar lomba aneka komunitas akan berlangsung selama sebulan dari tanggal 24 Juli – 21 Agustus 2016 yang berlokasi di Museum  Bank Mandiri, Kota Tua-Jakarta.

Satu yang saya ingat ketika iklan di tv dimana beliau menjadi tokoh dalam azan magrib. Moms tahu? Perpustakaannya besar banget! Saya juga tidak tahu apakah tempat yang dibuat syuting rumah pribadi beliau. Tapi menurut saya mungkin saja karena beliaukan suka membaca. Besar dan tinggi sekali perpustakaannya ( jadi membayangkan bagaimana cara membersihkan buku-buku itu ya?)

Mata saya terus menatap setiap gambaran kehidupan beliau dari  kecil, belajar, menikah, memiliki anak, dan akhirnya mengembangkan impian -impian beliau pada setiap foto yang terpajang disana.






Begitu banyak yang telah beliau bagi untuk bangsa. Flash back itu saya tularkan kepada anak saya, Hani bahwa perjalanan B.J Habibie sungguh luar biasa. Seorang putra terbaik yang sangat mengispirasi saya. Dan saya berdiri tepat didepannya.



Pak Habibie sungguh mengispirasiku bahwa jangan lupa banyak membaca, bekerja keras terbukti beliau jalan pada saat kuliah dengan cukup jauh, isi hari -hari dengan membaca, tetap humble sama siapa saja dan tentunya bermanfaat untuk orang banyak.

Dan lagi-lagi  saya  berdecak kagum terhadap karya nyatanya karena sederat kegiatan dan jabatan beliau dari pernah menjadi MENRISTEK, ketua ICMI, Wakil presiden, Presiden RI dan sederet penghargaan beliau pada bangsa ini dalam memajukan Dirgantara Indonesia. Super sekali Pak Habibie. 

Kini, di usiamu yang ke 80 kuberharap agar Allah yang Maha Kasih memberikan keberkahan dan umur yang panjang untukmu. Aamiin.





Tetaplah mengispirasi Pak. Salah satu putra terbaik bangsa Indonesia. Semangat mengabdi yang selalu mengispirasiku dan anak -anak bangsa.