Jumat, 02 September 2016

KETIKA MIMPI MENJADI KENYATAAN

Assalamu'alikum Moms. Sudah bisa menjahit? Atau ingin belajar menjahit? Menjahit memang agak susah susah gampang. Mengapa susah kalau kita nggak mau belajar. Gampang kalau terus belajar.
( lha emang iya harus kudu gitu). Apalagi sekarang era semakin canggih maunya serba instan aja yang tinggal nunjuk dan tinggal mengeluarkan uang. Padahal dulu zaman emak -emak kita perlu ada satu keahlian yang dimiliki. Menjahit secara otodidak yang dipelajari atau yang lainnya.

Awalnya saya terbersit ingin belajar menjahit. Enak kali ya bisa buat baju sendiri sesuai keinginan. Tapi keinginan tinggal keinginan. Belum ada yang ngajak, belum ada yang ngajarin hihihih.

Kalau flashback, di rumah, ibu dulu punya mesin jahit yang pakai kaki ketika menjalankannya. GUJREK...GUJREK... hihih. Adik saya Kiki juga belajar  menjahit karena masuk sekolah SMKK mengambil jurursan waktu itu Busana. Jadi deh ia belajar membuat dan bikin pola. Ibu juga bisa menjahit dan membuat aneka baju rajutan dan sepatu bayi rajutan dari benang woll. Namun  untuk sekarang sepertinya sangat jarang yang bisa padahal kudu tahu juga ilmu-ilmu keterampilan.

Kata Ibu, saya harus belajar menjalankan mesin jahit dengan baik. Dengan cara menjalankan mesin maju mundur dulu. Kalau sudah lancar kata ibu bisa menjahit hihiih. Lha wong kadang maju mundurnya ngak bagus. Akhinya saya ambil bahan tidak terpakai atau bahan potongan lalu saya coba belajar menjalankan mesin.Dicoba sedikit dibahan yang tidak terpakai ternyata? Berhasilkah? hihihi enggak!!

Beberapa waktu lalu saya sepat menulis di fb tentang keinginan saya belajar. Ada dua keinginan saya salah satunya menjahit dan satu lagi fotografi. Waktu kuliah memang ada mata kuliah fotografi sempat juga jadi wedding fotografi bersama teman kampus Indah dan Pera. Pernah membantu dalam foto pernikahan sampai mencetak dan mendisainnya (Kalau mendisainnya ada penyedia jasanya) senang saja mengabadikan moment sesorang dan orang tersebut happy melihat hasilnya. Kadang deg-degan  juga kalau hasilnya ngak bagus saat memotret

Baiklah kembali menjahit. Ternyata setelah pasang status di fb ada Mba Astri Damayanti yang menanggapi katanya akan ada pelatihan menjahit. Wow tidak akan saya sia-siakan ini karena benar-benar pengen dan minat banget. Mba Astri mengirimkan email tentang acara tersebut yang berlokasi di Museum Textile.




Saya mulai googling tempatnya hihihi...karena saya belum tahu.
Tiba di museum Textile saya berkesempatan foto dulu dan acaranya belum mulai juga. Bertemu dengan rekan blogger lainnya salah satu kebahagiaan tersendiri.





Sekitar pukul 10.00 acara dimulai. Pembukaan oleh mc dilanjutkan dengan sambutan oleh pemrakarsa acara menjahit Mba Astri Damayanti. Acara ini juga dihadiri oleh Deputi  Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Prof. DR.Hj. Sylviana Murni memberikan kata sambutan dan sangat mengaspresiasi kegiatan ini.





Oiya acara ini diikuti oleh Ibu-ibu dari Kartini Blue Bird. Apakah kartini Blue Bird itu? Kartini Blue Bird merupakan organisasi sosial dari PT. Blue Bird dibidang pemberdayaan perempuan. Tujuannya adaah membantu kaum perempuan untuk bisa maju dan membantu perekonomian keluarga. Oh ya ternyata Karini Blue Bird sudah meluluskan sekitar 500 siswa lho yang menyebar pada beberapa bidang kelas jahit, tata boga,wedding dan souvenir.




KEGIATAN MENJAHIT

Acara menjahitpun dimulai. Peserta pelatihan diberikan alat dan bahan. Alat dan bahan digunakan peserta dalam menjahit. Penampakan bahannya seperti ini ya, Moms






Serta tak kalah okenya acara ini menggunakan mesin jahit BROTHER.









Oh, iya selain dipandu oleh Mba Astri Damayanti , acara ini juga dipandu oleh Hj. Tati Chusen yang menulis buku bersama Mba Astri. Sayang waktu itu saya lupa minta tandatangan hihih...

Hj. Tati Chusen memberikan komando apa yang harus saya dan teman-teman lakukan.
Pertama Hj. Tati Chusen memberikan pola yang sudah jadi. Semua peserta melipat bahan  dan membentuk pola dibahan sesuai arahan. Agak ribet kalau belum paham termasuk saya hihih...
Langkah selanjutnya ada memberikan jarum pentul pada pola tersebut. Kegunaannya jarum pentul adalah agar bahan sesuai dengan pola dan tidak jalan-jalan. (waduh...) Ini memang ribet apalagi kalau tidak sabar bakalan malas. Tapi ilmu baru perlu tahu dan semangat dalam menjalankannya. Bener tidak?



Langkah ke tiga adalah sebelum menggunting adalah memberikan kertas karbon dan membredernya lalu bersiaplah mulai menggunting. Hati-hati yaa dalam menggunting. Jangan sampai salah potong hihihi...

Setelah semuanya selesai waktunya menjahit. Saya mulai belajar memasang benang dan bahan yang akan dijahit. Tidak rapi memang tapi saya bersemangat. Mesin jahit BROTHER enak sekali digunakannya. Mungkin karena berbeda dengan mesin jahit yang tidak pakai listrik sehingga saya lebih nyaman memakainya. Walau untuk mesin jahit yang kita pakai ini khusus untuk pemula seperti saya harus banyak belajar. Belajar sabar dan jangan terburu-buru.

Sudah selaikah? Belum sampai tahap memasang semua asesoris dan ending akhirnya adalah meneriska bahan yang sudah selesai.




Endingnya adalah harus jadi Cardigan yang unik ini. Tapi sayang saya belum jadi hiks. Tak apalah yang penting dasar menjahit sedikit saya pahami. Next semoga saya lanjutkan di rumah dengan mesin jahitnya juga bisa diboyong ke rumah. Aamiin (ngarep.com)