Sabtu, 29 April 2017

PERMASALAHAN KESEHARIAN YANG DIHADAPI SEBAGAI SEORANG IBU,PENGAJAR,DAN STORYTELLER #SmiLeinAja

Hadapi dengan senyuman
Semua yang terjadi biar terjadi
Hadapi dengan senang jiwa semua kan baik-baik saja...

Smile


Sebuah lagu Dewa  yang terdengar mengalun lembut ditelinga saya. Jujur pas banget dengan kenyataan saya yang selalu berjibaku dengan aktivitas luar biasa hihihi (bagi saya lho).
"Hadapi dengan senyuman  dan semua akan baik -baik saja." Apalagi saya  yang beraktivitasnya sebagai ibu juga sebagai wanita pekerja plus senang melakukan kegiatan -kegiatan yang bermanfaat juga. Hmm, dimulai dari mana ya, saya menceritakannya. Semua bunda pasti juga memiliki aktivitas yang beragam. Dan semua bunda pasti hebat. Namun kali ini saya ingin berbagi cerita tentang rutinitas keseharian dan permasalahan yang sering dihadapi.



Pasti bisa!#Smileinaja

RUTINITAS KESEHARIANKU

Aktivitas saya sebagai seorang ibu yang memiliki satu putri menuntut saya untuk bangun awal waktu. Kebetulan saya tidak memiliki asisten rumah tangga. Dulu iya. Tapi sekarang tidak sejak anak saya sudah sekolah SD. Otomatis urusan semuanya dikerjakan oleh saya. Tapi tidak semuanya. Ada peran yang saya bagi dengan suami tercinta. Saya bagian masak, nyupir alias cuci piring, menyapu, mengepel hihi (itu mah sudah kewajiban ya mengurus rumah tangga). Belanja di pasar juga merupakan rutinitas setiap saat sama dengan para bunda kebanyakan.

saya, abi, dan hani


Memasak kalau memang bisa dilakukan maka saya sempatkan. Menyiapkan susu dan jahe hangat untuk anak dan suami merupakan rutinitas pagi yang saya lakukan. Kadang pusing juga ya menu yang harus disiapkan atau dimasak. Terus terang saya tidak mencatat jadwal keseharian menu hihih. Saya dadakan saja atau paling saya menyetok bahan masakan untuk dua sampai tiga hari.

Memang, acapkali permasalahan yang dihadapi saya sebagai ibu adalah memasak dan membagi waktu dengan kerjaan yang lainnya. Kalau sudah begini apa yang harus dilakukan? Mendahulukan yang mana dulu jika berbarengan kegiatannya?Ya, mau bagaimana lagi apalagi saya tidak memiliki asisten rumah tangga. Paling ada tapi hanya membantu mengosok pakaian saja.





Memang wanita kodratnya bisa melakukan pekerjaan secara bersamaan.Istilah kerennya Multitasking. Misal ketika memasak maka saya barengin juga dengan mencuci pakaian atau mencuci piring. Mencuci pakaian kan tinggal puter saja dan bisa ditinggal. Dan seringkali aktivitas keseharian yang berulang akan menjadikan kita tidak nyaman pada keadaan apalagi gak ada mba atau asisten rumah tangga maka yang terjadi kesal. Kalau saya kesal,grundel semua pekerjaan yang kita lakukan terasa sia-sia. Suami juga selalu mengingatkan."Semua akan sia-sia tanpa pahala." Mau marah? Lho wong kalau marah bisa menimbulkan penyakit juga.  Terus mau gimana lagi? Ya sudah nikmati saja peran saya. Dan lihat ke posisi yang bawah dari kita maka seketika itu pun saya bersyukur. Bersyukur ada mesin yang membantu mencuci. Bersyukur menemukan air atau ada air yang tidak susah mencarinya. Hadapi dengan senyuman saja. Tull ngak, Bun?

Apalagi sekarang yang masih punya anak usia sekolah biaya pendidikan semakin tinggi. Belum lagi buku dan alat tulis. Ekskul yang diikuti. Hmm buat pusing kan?  Tapi mau bagaimana  coba semakin dipikirkan semakin pusing. Kalau ngak dipikirkan ya memang harus dipikirkan serba salahkan? Mungkin yang harus dilakukan adalah mempersiapkan dana pendidikannya. Membagi porsi penyimpanan uangnya. Solusi yang baik untung ada Sinarmas MSIG Life Insurance yang lebih dikenal dengan SMiLe.#SinarmasMSIGLife

O iya Bun, saya juga biasanya mengantar anak saya ke sekolah. Bagi saya yang asyik ketika mengantar adalah saya bisa ngobrol selama dalam perjalan. Saya juga membisikan sesuatu ketelinganya."Semoga dimudahkan ya, belajarnya di sekolah!" Makannya dihabiskan, ya!" Begitu biasanya pesan mutiara saya.



mengantar anak ke sekolah

Selesai mengantar bersama saya dan Abinya (panggilan ayah/bapak) saya pun diantar ke sekolah yang berbeda. Kali ini aktivitas saya sebagai pengajar. Sekolah tempat anak saya menuntut ilmu berbeda dengan tempat saya mengajar.
Saya mengajar dari jam 07.00 sampai jam 14.00. Alhamdulillah saya mengajar di kelas  2 SD. Saya mengajar tematik. Semua mata pelajaran saya pegang kecuali beberapa yang tidak.
Kalau sudah berada disekolah maka sudah full aktivitasnya. Jedanya untuk istirahat hanya pas bel pertama dan ke dua. Ada waktu istirahat selama 30 menit untuk sarapan dan nanti pas siang untuk SOMAIS (sholat, makan , dan istirahat)




saya dan para siswa/siswi


Agak lelahkah? Pastinya! Apalagi kalau hari dimana saya mengajar full tematik. Satu kelas saya mengajar hanya 25 siswa. Kebayang banget dengan beragam warna mereka yang mengharuskan saya memberikan treatmen yang berbeda, Belum ketika saya mengajar materi penting dan disitu banyak yang belum paham. Maka saya melakukan pengulangan lagi. Betekah? Terkadang iya namun ketika berpikir ada kebahagiaan yang tidak bisa terukur lalu saya enjoy  toh mendidik bagi saya memberikan warna tersendiri.Kalaupun ada masalah ya,"Hadapi dengan senyuman dan semua akan baik-baik saja."  #SMiLeWithMe

Namun jika ada permasalahan dengan siswa atau yang lainnya saya juga mencari solusinya.
Memang ketika saya mengajar atau bekerja  pasti ada juga permaslahan yang dihadapi. Namun bagi saya  ditempat mana saja pasti ada permasalahan, Mau lari dari permasalahan bukan solusi yang tepat. Hadapi saja toh kalau pun kita lari dari masalah, cepat atau lambat akan ketemu juga masalahnya lagi.Jadi kalau ada masalah ya hadapi saja. #HadapiTantanganDenganSenyuman



dengan siswa/siswi kelas 2B


setelah mengajar lelah juga  smileinAja

Kegiatan saya yang lain adalah Storyteller. Saya suka mendongeng. Awalnya saya tertarik melihat teman -teman yang bisa memainkan beberapa suara. Saya pun mencoba dengan otodidak. Awalnya takut. Mengapa? Ya, karena saya takut tidak bisa menguasai panggung walau untuk skup sekolah saya bisa menghandel anak-anak. Tapi kalau cerita bermakna saya masih kesulitan. Perlu energi dan trik yang besar untuk tampil.






Saya ingat betul pertama kali saya dongeng ditempat teman. Waktu itu saya ada acara kumpul kumpul. Saya nya tidak PEDE karena ternyata emak-emaknya pada melihat. Waduh...hihih saya mau gak jadi dongeng kasihan anak-anak. Akhirnya saya pun dongeng di depan emak dan anak-anaknya.




saya sedang dongeng



mrndongeng di tempat TPA


Tak berapa lama saya ditawarkan untuk mendongeng di sekolah lain saya mendongeng untuk acara pesantren kilat. Tanpa pikir panjang lagi saya pun mengambilnya. Bagi saya satu kesempatan yang jarang didapat. Saya senang saja. Walaupun pas sampai di lokasi saya deg deg an. Saya lihat banyak bapak dan ibu gurunya. Ketakutan terbesar saya rasa tidak PEDE. Takut anak -anak tidak antusias dan lain -lainnya. Tapi itu tantangan dan saya harus bisa menghadapinya. Mau kabur alias ngak jadi dongeng pun tidak  akan bisa. Saya meyakinkan diri saya bahwa saya mampu. Bukankah semua harus dihadapi? Yah..SMiLeinAja.



Dongeng di sekolah tempat teman mengajar

Sekarang saya bisa melewati tantangan itu. Dan intinya harus yakin pada kemampuan. Yuk SMiLeinAja biar hidup semakin hidup. Keyakinan pada kemapuan dan bisa melewati setiap tantangan itu kuncinya. Dan faktor terpenting itu semua adalah do'a.


Lalu bagaimana caranya saya mengatasi permasalah keseharian?

  •  Permasalahan : Pagi-pagi ribet urusan masak memasak karena saya ngajar juga
Solusi :Saya atur waktunya dengan menyiangi sayuran pada malamnya. Semua bumbu juga. Memasak yang simpel - simpel saja.#SMiLeinAja

  • Permasalahan :Piring pas pulang menumpuk karena pagi tidak sempat mencuci selesai memasak
Solusi : Pulang mengajar saya  istirahat sejenak. Minta bantuan anak saya untuk membawa semua piring ke dapur dan pembagian tugas dengan anak saya yang menyapu lantai rumah. Saya usahakan malam tidak ada piring kotor. #SMiLeinAja

  • Permasalahan: Ribet karena ngak ada asisten rumah tangga dengan pilihan antara cuci piring, masak dan mencuci
Solusi: Jika bisa kesemuanya dikerjakan dalam satu waktu saya kerjakan. Untuk mencuci menggunakan mesin cuci, lalu disambi dengan mencuci piring. Untuk memasak kadang harus fokus kalau tidak akan hangus masakannya hihih.#SMiLeWithMe
  • Ragu ketika datang tawaran mendongeng
Solusi: latihan dulu materinya di rumah, belajar dari youtobe. Dan sering mengasak keterampilan #SMiLeinAja

Nah, gimana bun? Semoga bermanfaat cerita saya ini. Semakin menolaknya permasalahan yang ada maka yang terjadi akan stress jadi sekarang terima saja dan yakin akan kemampuan kita, Bun! Saya yakin semua bunda pasti bisa mengatasi permasalahan yang ada. Tentunya yang terpenting selalu adalah meminta kepadaNya agar dimudahkan dalam menjalani kehidupan ini. Semangat dan SMiLeinAja. O iya yang mau tahu tentang SMiLe silahkan klik :
    • Website      : www.sinarmasmsiglife.co.id
    • Faceebook : sinarmasmsig
    • Twitter       :sinarmasmsig
    • Instagram   : sinarmasmsiglife
    • Youtobe     : user/SMiLe140485