Sabtu, 23 September 2017

RENCANAKAN KEUANGAN YANG SEHAT DAN RAIH HIDUP BAHAGIAMU DARI SEKARANG







"Perbaikilah pendaringanmu dari sekarang! Tutuplah matamu dari hal -hal yang membuatmu boros!"

Sebuah kata mutiara menurut saya yang menjadi hetakan hebat(buat saya) kata-katanya berisi tajam setajam silet hiks dan membuat saya berpikir ulang selama ini. Yup! siapa yang mau dikatakan boros dan harus memperbaiki pendaringan (hikss sakit kakak digituin) Tapi apa mau dikata yang bilang seperti itu adalah sohib sendiri setelah saya mempelajari kesuksesannya selama ini. Sama -sama mengajar dan ibu rumah tangga pula tapi ternyata jauh melesat kebahagiaan keuangannya. Bukan iri tapi kalau ada ilmu baik kenapa saya tidak ambil.

"Kamu terlalu boros!" Apa-apa mau dibeli" begitu katanya saat saya curhat mengenai masalah keuangan yang habis begitu saja. Bekerja tapi kok tidak berbuah apa - apa. 

"Atur ulang gaya hidupmu! Jangan besar pasak dari pada tiang!" begitu katanya lagi. Digituin sakittt ciin! Jleb banget deh!

Besar pasak dari pada tiang? Ya , mau bagaimana lagi namanya juga wanita paling kalap dan saya sebenarnya sudah sering saya mendengar itu tapi lagi-lagi sangat kalap bawaaannya kalau pergi ke mall bawaannya gak tahan godaan dengan baju, tas,dan sepatu.

"Day, kamu tahukan arti dari besar pasak dari pada tiang adalah besarnya pengeluaran dari pada pendapatan. Oww... Jangan sampai besar pengeluaranmu melebihi pendapatanmu," begitu katanya.

Teman saya memberikan penjelasan bahwa hitung berapa pengeluaran perbulan dan berapa pendapatmu! Hitunglah! poskan pada posisinya yang penting-penting dikeluarkan dahu. Misalnya yang penting itu adalah:
1. Bayaran sekolah
2. Cicilan rumah
3. Listrik
4. Kesehatan
5. Kebutuhan rumah tangga 
6. Belanja bulanan

"Lalu bagaimana dengan kebutuhan jalan-jalan cuci mata gitu ke mall?" tanya saya.
"Duh! kalau itu gak cukup ya sudah ditahan saja jangan pakai acara belanja-belanja. Nanti saja pas lebaran." begitu katanya sambil tertawa.

Hiks sakit deh! Secara emak-emak gak bisa kalau ngak ke mall . Namanya manusia butuh refresing. Tapi mau gimana lagi. Tunda kebahagiaanmu sekarang. Dan nikmati hasilnya nanti!" begitu katanya saat saya pusing melihat alur uang saya.

Lalu sebenarnya apa yang mendasari saya curhat dengan teman? Yup saya pikir orang yang mampu memberikan solusi saat kebuntuan ini adalah teman saya. Pengaturan keuangnya cukup sehat. Bahwa yang perlu digaris bawahi adalah untuk merencanakan keuangan yang sehat setidaknya ada beberapa point yang saya catat diantaranya adalah:
1. Buat anggaran bulanan.
2. Segera mungkin tagihan yang memang harus dibayar segera dibayar jangan ditunda
3. Sisihkan untuk tabungan
4. Jangan lupa buat laporannya
5. Bijak menggunakan kartu kredit, jangan tergoda beli ini beli itu. kalau tidak bisa jangan ambil kartu kredit.

"O iya satu lagi jangan lupa berasuransi!"begitu katanya. Ibarat payung kamu harus punya, Day!Kalau hujan kamu sudah punya alatnya. Ibarat kamu sakit sudah ada yang memayunginya," tambah teman saya lagi.







Mas Aarka , Mba Mira, dan pihak dari MSIG Life







Pas banget beberapa waktu lalu setelah saya curhat saya ikut acara dari Sinarmas MSIG Life yang membahas masalah pengaturan style keuangan dan asuransi. Gaya hidup harus dirubah jika keuanganmu tidak sesuai. Jangan ngaku-ngaku punya tapi ternyata kenyataannya kredit semua. Jangan besar pengeluaran dari pada pendapatan. Dari Mas Aarka pembicara mengatakan bahwa sebagian orang membuat supaya dirinya diterima lingkungannya adalah ada juga yang membuat pengeluaran lebih besar dari pada pendapatannya. Ganti mobil tapi mengadaikan apa yang ada. Bahkan menurutnya ada juga yang sengaja mengadaikan rumah milik orangtuanya untuk mengambil mobil mewah.






Pikiran saya jadi terbuka  saat mas Aarka mengatakan jangan terjebak pada middle income trap. Kebanyakan orang Indonesia terjebak pada tahap ini. Huaa... apakah saya??

Jangan lupa berusaha memberikan juga payung untuk keluarga tercinta. Kesehatan keluarga harus jadi prioritas. Maka hendaknya berasuransi. 

Ada beberapa produk asuransi, diantaranya adalah: 
1. Asuransi kecelakaan
2. Kesehatan
3. Personal accident dan kesehatan

Memang selama saya  tidak mengindahkan apa-apa. Memikirkan kesenangan sesaat dengan belanja-belanja tapi mengabaikan kepentingan dalam pengelolaan keuangan dan menyepelekan berasuransi. Ah, mungkin saya pribadi harus memperbaiki pengaturan dan perencanaan keuangan yang sehat agar dapat menikmati hasilnya nanti.#YukAturUangmu dan #SmiLeWithMe