Sabtu, 31 Maret 2018

WASPADAI KETIKA DIARE MELANDA





Mom sekarang musim tidak menentu ya, musimnya pancaroba, kadang panas terkadang hujan. Kalau imunitas tubuhnya kurang fit maka akan banyak penyakit yang datang. Ditambah pula kalau anak aktivitas padat seperti sekolah,les, dan aktivitas lainnya dan asupannya kurang maka penyakitpun datang.

Nah, aktivitas liburan  kali ini anak saya minta ditemani bermain dengan teman-temannya untuk diantar ke toko buku. Namun apa yang terjadi? Bukannya langsung ke toko buku malah minta main dulu  ditempat permainan anak. Saya pun mengizinkan namun dengan syarat  nanti tetap  ke toko buku. Mereka terlihat bermain dengan riang gembira. Ngak ada capenya. Saya tugasnya hanya memantau anak saya dan teman-temannya.



Anak saya bermain bersama teman-temannya



Naik permainan anak-anak

melihat binatang yang ada di mall

Karena keenakan bermain, alhasil makannya rada telat. Nah, kalau seperti ini biasanya akan masuk angin terlebih dulu. Anak saya memang agak rentan walau sudah usia SD masih harus dijaga pola makannya. Dari kecil memang bermasalah kalau masuk angin atau makannya tidak dijaga maka akibatnya akan diare. Pengalaman saya kalau anak sedang diare maka  pasti akan ngeluh sakit perut dulu, merasa mules, lalu mulai deh  fesesnya lembek bahkan cair.
"Bagaimana fesesnya?" tanya saya memastikan
"Cair Mi," jawabnya sambil memegang perut menahan sakit.Wajahnya tampak lesu kalau sudah begini rasa khawatir melanda saya. Suhu badannya mulai merangkak naik, dan intensitasnya buang airnya semakin sering  bisa sampai 6 kali bahkan lebih. Kalau sudah seperti ini saya biasanya meminta anak saya untuk minum air putih yang banyak dan istirahat dulu. Saya balurkan penghangat badan di perutnya.

"Diare adalah buang air besar dengan mencret sebanyak tiga kali atau lebih dalam waktu satu hari (WHO)"


Diare bisa dari keracunan makanan, infeksi, kuman, dan stress. Kalau anak saya biasanya karena masuk angin. Duh kalau sudah  diare menyerang satu yang saya ingat adalah memastikan cairan yang keluar makanya harus diperbanyak minum air putihnya.
Kalau sudah begini  biasanya panik ya, mam. Namun yang harus diwaspadai adalah jangan sampai kekurangan cairan karena akan berakibat fatal. Kalau saya biasanya memakai entrostop anak dengan ekstrak daun jambu, teh dan jahe pas deh rasanya. Khasiatnya juga membantu mengurangi frekuensi buang air besar dan membantu memadatkan tinja.Aturan memakainya anak -anak usia 6-12 tahun 1 sashet 3 kali sehari.







membukanya mudah


praktis dan mudah didapat




Hal yang perlu diperhatikan saat diare

Ada beberapa hal yang menjadi catatan saya ketika  anak atau kita sendiri terkena diare. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Makan jangan yang pedas dan bersantan
  • Banyak minum agar tidak dehidrasi karena banyak cairan yang keluar saat BAB.
  • Hindari makanan yang berserat agar kerja lambung tidak berat.
  • Hindari makanan yang bergas seperti kol.
  • Hindari makan buah yang manis.
  • Buah yang tepat saat diare adalah pisang. Mengapa karena kaliumnya sangat tinggi.
  • Tempe bisa dikukus
  • Buat oralit sendiri yaitu larutan air gula garam dengan komposisinya garam setengah sendok teh dan gulanya 2 sendok makan.


Nah, mam kalau terkena diare jangan lupa atasi diare dengan tepat dan benar. Sehingga dengan penangan yang tepat dan benar maka diare dapat tertangani dengan baik.