Senin, 02 April 2018

TUBERCULOSIS PENCEGAHAN DAN PENANGANNYA



pembicara dalam acara TBC

Hari Minggu tepatnya, 25 Maret saya mengikuti kegiatan kesehatan. Acaranya sangat bagus sekali. Acara ini bertajuk #pedulikitapeduliTBC mengajak kepada seluruh masyarakat agar lebih mawas diri terrhadap batuk yang diderita. Selain acara talkshow ada acara mural artis oleh Tutugraf yang mengajak untuk aware juga terhadap TBC.
Di Indonesia sendiri TBC merupakan penyakit menular yang menyebabkan kematian dan menjadi acaman berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Bayangkan saja  menurut Ibu Maryani pada tahun 2016 terdapat 274 kasus kematian yang disebabkan oleh TB. Dan Indonesia menjadi urutan ke 2 di dunia. Angka yang sangat fantastis.



Ibu Maryani Reksoprodjo membuka acara dan memberikan penjelasan 
Pada acara tersebut Ibu Maryani Reksoprodjo mengajak kepada masyarakat agar peduli terhadap penderita TBC dengan mengupayakan dan memberikan penguatan agar mereka yang terkena TBC untuk berobat karena Indonesia merupakan peringkat ke 2 setelah India dalam kasus penyakit TBC ini.

TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis yang ditemukan pertama kali oleh Robert Koch pada tahun 1882 atau 130 tahun yang lalu. Yang harus diwaspadai adalah TBC cenderung menyerang paru-paru namun dapat juga menyerang berbagai organ tubuh lainnya,seperti selaput otak,usus tulang,kelenjar getah bening di leher dan ketiak.




dr. Erlina Burhan spesialis paru Rs. Persahabatan

Nara sumber lainnya adalah dr. Erlina Burhan selaku dokter spesialis paru di Rumah Sakit Persahabatan mengatakan bahwa TBC adalah penyakit menular yang cara penularannya adalah lewat batuk yang dikeluarkannya. Makanya untuk mencegahnya jika ada teman atau keluarga yang terkena harus segera diobati bisa dipuskesmas. Harus sampai tuntas penanganannya jangan sampai resistent terhadap obat.


Ulwiyah salah satu pasien yang sudah bebas TBC
Dalam acara itu juga dihadirkan salah seorang mantan pasien TBC yang sudah sembuh karena rajin dan teratur minum obatnya. Kalau tidak teratur menurutnya obat akan resisten. Berkali-kali sering kambuh mengakibatkan Ulwiyah harus ditambah dosisnya namun karena dukungan dari keluarganya Ulwiyah dapat melewati dan sekarang ia pun ikut dalam gerakan PETA sebuah gerakan penyadaran dan empati untuk penderita TBC.

Jika ada keluarga atau tetangga yang batuk tak kunjung sembuh segera periksa ke dokter pencegahan lebih baik sebelum terlambat. Yuk ajak semua untuk sadar dan peduli kita peduli TBC.

#pedulikitapeduliTBC